(HENDAKLAH MENCANTUMKAN NAMA ADMIN "ERATO DIDO EVANDRA" DALAM BLOG INI JIKA MENGUTIP!, KARENA KARYA-KARYA DALAM BLOG INI MEMILIKI HAK CIPTA)

Sunday, July 31, 2011

Cerpen : Duka Ibuku Sebagai TKI = Airmataku Sebagai Anak yang Ditinggal

Oleh : Erato Dido Evandra, Juni 2011

Kupersembahkan :
Untuk para pahlawan Devisa Negara (Tenaga Kerja Indonesia/TKI).
Aku ikut merasa prihatin mendengar, melihat, dan merasakan TKI yang teraniaya dinegeri orang. Terlebih tanpa perlindungan dari Negara kita.
--------------------------------------------------------------------------------------------

Tiga tahun sudah semenjak ibuku meninggalkan aku untuk bekerja sebagai TKI di Arab Saudi, nyaris komunikasi kami tak berjalan dengan baik. Surat yang aku kirim ke Ibuku jarang sekali mendapat balasan.

Jujur aku sangat merindukan Ibuku. Tapi aku tak pernah tau kapan ibuku akan pulang menemui aku dan bapaku yang saat ini sedang sakit.

Aku pernah mengirim surat ke Ibuku yang isinya memberitahukan kalau Bapak saat ini sedang sakit-sakitan. Tapi surat itu tak pernah mendapatkan balasan sampai sekarang. Aku sangat bingung, aku enggak tau harus berbuat apa. Aku Cuma bisa pasrah dengan keadaan ini. Apalagi aku yang masih terlalu muda untuk mengerti semua ini. Aku masih duduk dibangku kelas 2 SMP.

Tiba-tiba aku dikagetkan dengan surat yang diantar pak pos kerumahku, setelah kulihat ternyata ini surat dari Ibuku. Betapa bahagianya aku menerima surat dari Ibuku ini. Lalu perlahan aku baca surat ini. Sengaja surat ini aku baca sendiri dan nanti akan aku beritahukan ke bapak tentang kabar bahagia ini. Tapi isi surat ini tak sesuai dengan apa yang aku harapkan.

“Untuk Anak dan Suamiku

Bagaimana kabarmu anaku? Dan juga bagaimana kabar Bapakm u? Apa Bapakmu sudah membaik kondisi kesehatannya?
Maaf ibu baru bisa membalas sekarang, Ibu tidak pernah punya kesempatan untuk bisa mengirim surat. Sebenarnya Ibu tak mau menceritakan ini ke kamu anaku. Tapi Ibu percaya sama kamu anaku. setelah membaca surat ini, Ibu minta kamu melaporkan apa yang Ibu tulis ini ke PT Anugerah, dimana Ibu dulu melalui perusahaan itu ibu diberangkatkan menjadi TKI di Arab Saudi.

Ibu disini membutuhkan pertolongan anaku, ibu disiksa dan tidak mendapatkan gaji, karena itu ibu dalam beberapa bulan terakir tidak bisa mengirim uang ke kamu anaku. Bahkan untuk mengirim surat pun sangat sulit.

Rasanya cukup sekian dulu ya anaku. Ibu kangen sama kamu dan juga bapakmu. Salam ya buat bapakmu! Semoga Bapak cepat sembuh dan semoga kita bisa secepatnya berkumpul seperti dulu lgi.

Love you
Ibumu”

Aku membaca surat itu dengan perasaan yang carut marut, aku enggak tau harus berbuat apa. Aku hanya menuruti apa yang dikatakan ibu seperti yang ada disurat yang Ibu tulis. Aku akan melaporkan ke Perusahan yang mengirim Ibuku menjadi TKI ke Arab.
Aku bergegas menuju kantor PT. Anugerah, sesampainya aku disana aku melaporkan seperti apa yang tertulis dari surat Ibuku, sambil aku menunjukan surat yang aku bawa ini kepada orang yang duduk dikursi empuk didepanku itu yang sedang memainkan leptop dengan gaya. tertulis dimejanya Manager.
“Pak, aku anak dari Ibu Yati, TKI yang ada di Arab”
“Ada apa? Ada masalah?”
“Betul Pak, Ibu disana disiksa, ini surat dari Ibuku”
Sambil memberikan surat dari Ibuku ke Bapak Manager itu, Bapak itu membacanya. Meskipun aku juga enggak tau apa surat itu benar-benar dibaca. Tiba-tiba bapak itu berkata “iya, akan segera aku urus. Kamu pulang saja, nanti aku akan memberitahukan hasilnya.”
“Trimakasih pak” jawabku.

Aku pulang. Meskipun bukan sebuah kepuasan yang aku dapat, tapi paling enggak aku sudah berbuat yang aku bisa untuk menolong Ibuku.

Beberapa minggu aku menunggu kabar dari PT. Anugerah, tapi enggak pernah ada kabar. Aku semakin bingung dengan kondisi ini. Apalagi kondisi bapak yang sakit-sakitan. Aku enggak tau harus berbuat apa.

Aku duduk diteras rumah dengan meminum segelas teh yang kubuat sendiri sambil memikirkan persoalan Ibuku itu. Tiba-tiba ada seorang laki-laki datang kerumah.
“Apa benar ini rumah Ibu Yati?”
“Iya benar”
“Ini ada surat dari KBRI di Arab yang dikirim lewat PT. Anugerah”
“Terimakasih pak”

Lalu aku membaca surat ini, dan berharap isinya adalah sebuah kabar baik. Lagi-lagi tak seperti yang aku harapkan. Dari surat ini aku mendapat kabar kalau Ibuku meninggal dunia di Negeri orang, yaitu Negeri Arab Saudi.

Aku bingung harus berbuat apa, aku langsung lari kekamar Bapaku, dan aku memeluk Bapaku dan memberitahukan apa yang sedang terjadi. Sesungguhnya aku tak ingin memberitahukan hal ini keBapak dengan kondisi kesehatan yang bapak alami. Tapi aku tak sanggup. Bapak meneteskan airmata. Yang membuatku semakin sedih.

Mimpi untuk kembali bersama sirna sudah. Berita kematian Ibuku benar-benar telah menghancurkan aku atau bahkan keluargaku.

Lalu aku memberanikan diri untuk pergi sekali lagi kekantor PT. Anugerah, lagi aku ketemu Bapak manager itu.
“Pak, aku anak Bu yati, TKI dari Arab” kalimat yang sama seperti pertama kali aku kesini.
“Aku sudah dengar berita kematian Ibumu, aku ikut berduka”
“Lalu apa penyebap kematian Ibuku? Dan kapan Jenasah Ibuku dipulangkan?”
Bapak itu kuperhatikan hanya diam, lalu dengan tenangnya Bapak itu berkata “Iya, akan segera aku urus” hmmmmm kalimat ini rasanya sudah pernah kudengar sebelumnya.

Aku pulang dengan tangan hampa, tanpa informasi sedikitpun, hanya ocehan bapak Manager yang tak ada gunanya itu.

Tiga hari sudah berlalu. Tapi lagi-lagi tak ada kabar sedikitpun, aku marah, emosi, aku kembali lagi datang menghampiri kekantor bapak yang menyebalkan itu, aku berteriak didepan kantor itu dengan meneriakan “Pulangkan Jenasah Ibuku!!!!” berkali-kali aku meneriakan kata itu. Tak kusangka peristiwa yang dialami Ibuku terdengar sampai media masa. Akhirnya barulah PT. Anugerah berusaha menghubungi KBRI disana dan semua pihak saling bantu untuk memulangkan Jenasah Ibuku.

“kenapa harus terdengar media masa, baru semua pihak mendengar jeritan TKI yang yang menderita dinegeri orang” itulah yang ada dipikiranku.

Akhirnya aku bisa memakamkan Ibuku dinegeri sendiri. Sebagai anak aku sudah menyelesakan tanggungjawabku. Meskipun kesedihan masih menghantui hati dan pikiranku. Kehilangan Ibuku adalah kehancuran dari hatiku.

Tak lama kemudian aku mendengar kalau majikan Ibuku di Arab sana diadili dan dijatuhi hukuman pidana atas perbuatanya yang menyiksa Ibuku hingga meninggal dunia.

“Aku lega.”

Tentang Cinta

Bila ada pertanyaan : apa arti cinta?
Pasti kebanyakan orang mengatakan "Cinta itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata", dengan kata lain tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut secara jelas.

lalu jika pertanyaan tersebut muncul dari kekasih anda, bagaimana jawaban anda? apakah sama dengan jawaban tersebut?

Tentu ada kata yang bisa menjelaskan apa itu cinta, meskipun hanya sebagian dari hati yang terucapakan dibibir, bagiku cinta adalah :
"sebuah ketulusan, kebahagiaan, kehangatan, dan kesucian sikap, prilaku serta hati yang dihadirkan dari sepasang manusia (Adam & Hawa)"

Inilah sedikit penjelasan dariku tentang cinta, bagamana dengan anda?

-Erato Dido Evandra-

Tuesday, July 26, 2011

Melangkah lebih dewasa

Jika melihat kebelakang, dan yang disaksikan/ dirasakan itu luka/ kehancuran. Pantasnyalah langkah kedepan adalah memperbaikinya, tapi bukan dengan melupakan yang telah lalu, tapi justru menjadikan masalalu itu menjadi benteng bagi diri kita agar tidak lagi masuk kedalam kesalahan yang sama, dan yang lebih penting kita harus memberikan yang terbaik bagi yang kita kasihi dan kita cintai saat ini untuk selama-lamanya.

Jadikan masalalu sebagai fase yang mengajarkan kita untuk melangkah ke fase yang lebih dewasa, sekalipun masalalu itu teramat menyakitkan. Apabila masalalu Menghentikan gerak langkah kedepan, sama halnya kita adalah pribadi yang lemah.

Kita mempunyai Tuhan. Ingatlah itu!

-Erato Dido Evandra-

Monday, July 25, 2011

Dibalik persahabatan laki-laki dan perempuan

Aku berfikir, dan aku berpendapat tidak akan ada persahabatan yang tulus antara laki-laki dan perempuan tanpa didasari rasa (cinta). Bila ada itu adalah kepentingan. karena pada dasarnya laki-laki dan perempuan diciptakan untuk berbagi rasa/ saling mencintai.

-Erato Dido Evandra-

Sunday, July 17, 2011

Dengan hati

Dengan Hati
Oleh Erato Dido Evandra, juli 2011

bukan sekedar dengan nafsu aku memilikimu
tapi semuanya berdasarkan ketulusan
dan tujuan yang pasti untuk mengikatmu
juga bukan sekedar ikatan semata
tapi ikatan yang berdasarkan cinta dan kasih sayang

aku memilikimu dengan hati
percayalah!.

Friday, July 1, 2011

Itu demi kisah cinta yang utuh.

Walau bagaimanapun, masalalu adalah pribadi yang pernah mengisi hari-hari kita, mengisi hati kita, mengisi cinta kita, mengisi impian/ mimpi-mimpi kita, mengisi perhatian dan pengertian yang kita butuhkan, dan mengisi tawa kita. rasanya kalau orang yang kita sayangi dengan akrab masih menjalin hubungan dengan masalalunya itu akan dapat menggetarkan hati kita. rasa cemburu atau bahkan luka, rasanya itu pantas. Iya, masalalu itu lebih dari sekedar relasi biasa/ teman. itualah alasanya.

Ini bukan dengan sengaja menolak untuk tetap berhubungan baik dengan masalalu kita. hanya saja, ketika kita sudah bersama dengan cinta baru. harusnya kita lebih menjaga hati yang mencintai kita (cinta baru). Itu demi kisah cinta yang utuh.

Entah anda menolak gagasan saya atau tidak?. Tapi ini menurut saya.

-Erato Dido Evandra-