(HENDAKLAH MENCANTUMKAN NAMA ADMIN "ERATO DIDO EVANDRA" DALAM BLOG INI JIKA MENGUTIP!, KARENA KARYA-KARYA DALAM BLOG INI MEMILIKI HAK CIPTA)

Thursday, December 27, 2012

Cerpen: Dendam


Dendam
oleh :
Erato Dido Evandra

Jadikan dirimu menjadi pribadi yang penuh kasih,
karena sekali saja membuat luka terhadap orang lain,
terlebih orang yang disayangi pasti hanya menimbulkan konflik yang mengabadi.
Dan perlu kita sadari “memaafkan memang mudah, tapi tidak dengan melupakan”.
Hujan mengguyur kota kediri begitu lama. Kudengar petir bersaut-sautan melontarkan suara yang keras. Dan tak jarang jantungku berdatak kencang...

Aku teringat kau, bapaku, bukan, aku mengingatmu moster. Moster memang tidak memiliki hati.

Petir ini tak ubahnya kau, kau yang telah menghianati keluargamu. Lebih tepatnya ibuku. Kau memang sangat tepat bila kusebut moster, karena kau tidak memiliki hati seorang manusia.

Manusia itu harusnya baik. Karena tercipta memiliki hati nurani.

Waktu itu, kau dengan suara yang keras terus dan terus menghakimi ibuku dengan kata-kata yang tidak baik. Secara verbal engkau mencaci, hah tak cukup itu saja. Kau juga jahat, dengan ototmu kau hantam muka ibuku hingga memar. Aku masih ingat itu.

Memang aku waktu itu masih kecil, polos, dan tidak mengerti apa-apa tentang permasalahan orang dewasa. Bejat kau bapaku, itu yang kupahami saat ini.

Mengingat itu, membuatku berkeringat meski sebenarnya udara dimalam hari ini sangat dingin. Dengan segala amarahku, kugenggam tanganku dan kuhantamkan pada tembok kamarku. Iya, amarahku itu berawal pertemuanku dengan moster jahanam itu tadi pagi.

Dia datang kerumah dengan membawa anaknya juga istrinya.. oh lebih tepatnya pelacur yang telah merebut bapaku dari ibuku. Hahahahaha tak kusangka anaknya banyak juga, dia itu ternak atau apa? hahahaha

4 anaknya datang kerumah....

Awalnya aku tidak tahu siapa tamu itu, karena memang saat aku dan ibuku berpisah dengan bapaku, saat itu aku masih berusia sembilan tahun. Sedangkan saat ini aku berusia tujuh belas tahun, delapan tahun lamanya aku telah berpisah dari moster itu...

Anaknya masih sangat kecil-kecil... mungkin jarak antara anak-anakya antara satu sampai dua tahun saja. Yang lebih sialnya dia mencium tangnku. Wow???? Andai aku tahu anak-anak ini anak dari pelacur itu aku tak sudi dekat dengan anak itu.

Aku nggak tahu persis mengapa dia datang kerumah dengan keluarga barunya itu....

Ah . . . cukup sudah aku nggak mau membahas hal ini lagi....

Tiba-tiba...
Tok tok tok....
“Desi?? Sudah bubuk kamu nak?”
“Belum bu”
Ibu langsung membuka pintu dan menghampiriku. Aku pun langsung memeluk ibuku..
“Mengapa mereka datang kerumah bu? Aku benci mereka bu. Aku nggak suka mereka seenaknya datang kerumah setelah mereka dengan seenaknya pergi dari kita bu”
“Anaku? Dengar ibu ya!”
“Mas Budi, bapakmu berkata pada ibu mengapa dia datang kerumah. Katanya anak-anaknya ingin tahu seperti apa kakak perempuannya itu”
“Tapi aku nggak mau mengakui mereka sebagai adikku bu! Aku tidak mau! titik”.
“hmmmm Desi anaku, ibu tahu kamu marah terhadap bapakmu, tapi jangan lah kamu juga menyimpan kebencian terhadap adik-adikmu!”
“Tapi dia bukan adiku bu! Aku enggak mau mengakui mereka sebagai adiku”
“Darah yang ada ditubuhnya sama dengan darah yang mengalir di adik-adikmu, kamu harus ingat akan hal itu”.
***

Pagi menjemput, embun pagi yang sejuk sebagai pengantar indahnya hari ini. Hari minggu yang indah. Aku masih ingin bermalas-malasan dikamar, karena memang tidak ada aktifitas hari ini. Sekolah pun libur.

Sesekali kupermainkan Haandphone ku, dan kulihat hari ini masih pukul 07.00 WIB.

Tiba-tiba..
Tok tok tok...
“kak kakak?”

Siapa ya itu? pikirku. Seperti suara anak kecil. Jangan-jangan???? Aku melangkah menghampiri pintu dan aku buka pintu kamarku, kulihat 4 anak kecil. Hah dan aku tahu ini anak si pelacur itu...

Aku hanya diam saja, sambil memperhatikan anak-anak ini, dan sesekali memegang wajahku... oh benar saja memang ada beberapa kemiripan di antara kami. Sial kenapa hatiku jadi luluh gini!.

“Kak kenapa bengong?”
“Ya, apa?” dengan terbata-bata aku menjawab pertanyaan anak-anak kecil yang lugu ini.
“Kak kami adik-adikmu”
Begitulah kata anak tertua, mungkin usianya sekitar tujuh tahun. Dan mereka pun mengenalkan masing-masing nama-nama mereka.

“Sebelumnya perkenalkan nama saya Rio, dan ini adik-adiku, Dina, Puji, serta Bagas. Kak? ayo turun ke bawah! Disana ada bapak dan ibu lho? Ayo kak!”

Entah mengapa aku menurut saja dengan yang mereka katakan, aku dan mereka pun turun menghampiri bapak dan ibu.

“Desi? Kamu semakin cantik nak!”
Begitulah kata moster itu padaku.
“Hah itu karena ibuku dengan tanganya telah membesarkanku”
“Desi? Maafkan bapak ya!”
“Kenapa aku harus memafkan orang yang telah mencampakkan keluarganya sendiri demi orang lain?”
“Desi? Kamu nggak mengerti permasalahan yang membuat kita tercerai berai begini”
“Apa yang nggak aku pahami? Aku sudah cukup memahami kebusukanmu!”

Tiba-tiba...
“Cukup!!!”
Ibuku dengan marah membentak padaku. Dan dengan cepat memegang tanganku serta membawaku ke ruang tengah.

“Pertama jaga kata-katamu! Disini ada adik-adikmu yang masih kecil! Kedua dia tetap bapakmu Desi!!!”
“Tapi bu?”
“Enggak ada tapi-tapian anaku, semua sudah terjadi. Kita tidak bisa terus menerus memendam dendam begitu lama... apa yang bisa kamu perbuat dengan memaki bapakmu? Jawab? Ibu sudah lelah anaku! Ibu pun juga sudah memaafkan bapakmu, itu juga semua karena kamu anaku. Walau bagaimanapun kamu lahir karena cinta ibu dan bapakmu, dan setiap ak melihatmu aku juga melihat bapakmu, itulah alasan mengapa ibu sanggup memaafkan bapakmu.

Aku melihat bapak datang kepadaku, dan tiba-tiba memeluku sambil meminta maaf.

“Mungkin kita tidak bisa berkumpul seperti dulu, tapi ikatan darah selamanya akan tetap bersatu anaku, kamu tetap anaku, dan atas nama cinta kamu ada di dunia dan menjadi putriku. Aku juga sangat berterimakasih pada ibumu karena sudah melahirkan anak secantik dirimu”.

Aku tidak bisa berkata apa-apa, mungkin aku harus belajar memaafkan seperti yang ibuku ajarkan. Tapi tetap melupakan itu sulit bagiku. Semoga dengan apa yang terjadi pada keluarga dan hidupku, aku terdidik untuk lebih dewasa dan mencintai keluargaku.

“Sekali lagi ak minta maaf anaku”.

Tuesday, December 4, 2012

Natal 2013

Sebuah puisi untuk bulan kedamaian di bulan desember.. 
Selamat hari natal 2013.
___________________________________________________

Hari demi hari telah terlewati
Banyak perkara hinggap dihati
Entah itu sukacita,
Maupun luka.

Sebelas bulan telah berlalu,
Dan kini telah datang bulan keselamatan.
Tiada lagi kesedihan,
Semua bersukacita.

Bulan ini semakin mengingatkan kami tentang Engkau,
Yesus Kristus, dengan kedatanganMu,
Kami Engkau tuntun ke jalan yang benar,
Engkau mengajarkan apa yang terbaik yang harus dilakukan.

Kami ingin lahir baru menjadi pribadi baru,
Pribadi yang semakin takut akan Engkau,
Bimbinglah kami Yesus. Tuhan Yang Maha Kasih.

Kedamaian itu semakin melekat pada umat percaya,
Karena natal adalah wujud kasih Allah pada manusia.
Natal untuk semua umat percaya,
Yesus mengasihi kita semua.
Selamat hari Natal, dan lahir menjadi pribadi yang baru.

-ERATO DIDO EVANDRA-

Monday, November 26, 2012

Ulang Tahunku yang ke 23 (27-11-1989)

Tak terasa, usiaku pun semakin menua....
Semoga kedewasaan dan kebijaksanaan semakin melekat di sisa waktu yang ada dalam hidupku.

"Keindahan hidupku adalah melihat orang-orang yang aku sayangi bahagia, terlebih jika aku banyak memberi peran dalam kebahagian mereka; Orangtuaku, kekasihku, dan sahabat-sahabatku".

Gusti Yesus Amberkahi.

-ERATO DIDO EVANDRA-

Friday, November 9, 2012

Seperti Samudra = Cinta

Sebuah Puisi Dari Hati Tentang Perenungan Cinta,
Oleh : Erato Dido Evandra
________________________________________ 

Seperti samudra;
luas, dalam, dan penuh misteri;
Itulah cinta.

Bahagia;
luasnya begitu tak terbatas.
Sakit;
Bila itu terjadi akan menusuk ke relung terdalam.
Kehadiranya;
Tak pernah disadari, penuh misteri; penuh gaib; penuh teka-teki.

Dia seperti hantu;
Menghantui semua orang dimuka bumi.
Tapi;
Selalu dirindukan.

Wednesday, August 15, 2012

Waktu Telah Mempertemukan Kita

Waktu telah mempertemukan,
Bukanlah karena ketidaksengajaan kita tlah dipertemukan.
Tidak bisa dipungkiri,
Inilah jawaban dari sebuah pengharapan, sebab;
Semua insan manusia tercipta untuk menemukan,
Menemukan keindahan anugerah Sang ilahi,
Dialah hati yang penuh cinta dari yang tercinta, karena;
Sepasang anak manusia ditakdirkan untuk bersama,
Kebersamaan karena sebuah pertalian yang indah,
Untuk bersama menjadi saksi indahnya cinta,
Itu adalah kita kekasih jiwaku.
-------------------------------------------------------

Selamat ulang tahun sayangku... (13 Agustus)
Bertambahnya usia sudah seharusnya bertambah dewasa dan penuh tanggung jawab dalam segala hal. I LOVE U...

-ERATO DIDO EVANDRA-

Friday, July 27, 2012

Ibu

Ketika mengingat semua kebaikanmu,
Airmata jatuh membasahai lekung pipiku.
Ketika terbayang semua kasih sayangmu,
Jantungku berdetak lebih kencang.
Engkau Ibu yang luar biasa bagiku,
Permata dari kehidupanku,
Nafas dari semua perjuangan hidupku.
Meski saat ini aku belum mampu membuatmu bangga,
Tapi ada janji yang terpatri dihati,
Kau adalah hal yang harus bahagia dan bangga karena aku putramu.
Ibu, aku menyayangimu.
.................................................
selamat ulang tahun ibuku (tgl. 27 Juli).

-ERATO DIDO EVANDRA-

Friday, April 13, 2012

Satu tahun sudah aku bersamamu

Tak terasa semenjak 14-4-2011, kita memulai sebuah jalinan kisah kasih... dan saat ini kita sudah satu tahun pertama di tanggal 14-4-2012.

Rasanya waktu itu aku menemukan sosok yang unik dan lucu, bahkan dimalam tanggal 14 waktu itu engkau menjabat tanganku dengan kata-kata yang membuatku tertawa jika mengingatnya. hmmmm sampai kapanpun kesan pada waktu itu akan mengabadi direlung hatiku. jabatan tangan itu menandakan engkau menerimaku untuk bersanding disisimu untuk selamanya. Semoga jalan cinta kita selalu lancar dan langgeng sampai menuju ke pelaminan dan menjadi kisah yang abadi.

Happy anneversary my luv.....
luv you forever.

Wednesday, April 11, 2012

Ibu Kita Kartini

Ibu Kita Kartini
Oleh : Erato Dido Evandra, pada April 2012

Selamat hari kartini, 2012
_______________________________________
Satu nama yang merubah derajat wanita dinegeri ini
Satu nama yang yang membuat wanita punya nyali duduk sebanding dengan pria
Dialah Ibu Kita Kartini.
Dia ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar
Dan sebanding dengan Pria.

Surat-suratmu merupakan sebuah pemikiran yang cemerlang
Sebuah pendapat kritis
Yang dulu banyak mengungkapkan ketidakadilan antara wanita dan pria
Dia Ibu kita Kartini
Menginginkan wanita memiliki kesempatan yang sama
Kesempatan yang sama dalam segala hal,
Dan yang paling utama adalah Pendidikan
Wanita memerlukan kebebasan bercita-cita dan menuntut ilmu.

Kini melalui pemikiranmu
Kini memalui pengharapanmu
Dan kini melalui doamu
Kami sebagai penerus bangsa akan melanjutkan perjuanganmu.

Saturday, April 7, 2012

Keluarga

Trimakasih untuk keluargaku yang selalu mendukung segala bentuk perjuanganku (studiku), aku menyadari, aku terlahir dari keluarga yang sederhana. Tapi kalian tanpa henti mencukupi kebutuhanku.

Aku tahu kalian begitu menyanyangiku. Begitu mencintaiku. Kalian mengusahakan apapun yang aku butuhkan meskipun hal itu sulit. Kususnya adalah dana untuk pendidikan kuliahku.

Aku berjanji, kalian (keluargaku) adalah orang pertama yang akan aku bahagiakan dari kesuksesanku kelak.

Trimakasihku untuk ; Bapak, Ibu, dan juga Adiku.

Tuhan kiranya senantiasa memberkati kalian. Amin.

-Erato Dido Evandra-

Wednesday, February 22, 2012

Ayah

Siapakah yang paling kamu hormati? Guru, Dosen, Polisi atau siapalah itu? siapa menurutmu?
Tentu saja mereka selalu kita hormati. Tapi rasa hormat kita untuk mereka tak akan pernah sehormat kita pada ayah kita.
Setujukah dengan jawabanku?
hmmmm bagi kamu yang membenci ayahmu, mungkin ada yang tak setuju dengan argumenku. Memang tak bisa dipungkiri, ada beberapa ayah yang tidak mencintai anak-anaknya (banyak sebab). tapi aku kira itu hanya segelintir ayah di muka bumi ini.

Seorang ayah memiliki banyak cara untuk menunjukan kasih sayangnya, misal : cara yang keras, cara otoriter, cara sempurna (disiplin), atau cara manja, dsb. Tapi aku yakin cara-cara tersebut hanya untuk satu tujuan yaitu membimbing anak-anaknya. Kita tak perlu mengajari ayah kita tentang bagaimana menyayangi kita, karena ayah kita tahu yang terbaik bagi kita. Tanpa ayah kita tak akan mampu tumbuh menjadi PRIA sejati, tanpa ayah kita tak akan hadir di dunia ini sebagai pribadi yang kuat.

Demikian esai singkatku tentang ayah. sengaja entri ini aku tulis dan terbitkan untuk ayahku yang akan berulang tahun ke-47, pada tanggal 28 Februari.

Selamat ulang tahun ayah.

-Erato Dido Evandra-

Monday, February 20, 2012

Cerpen : Sebuah Penyesalan = Akibat gila seks


Oleh : Erato Dido Evandra
hargailah seks
sebagai sesuatu yang indah pemberian Tuhan.
Jangan sekalipun merendahkannya!.
------------------------------------------------------------------------------------------------------

“Jangan gila kamu? Dia itu istimewa, harusnya kamu mengerti akan hal itu! Pahamilah siapa yang kamu hadapi saat ini! Harusnya kamu beruntung, karena perhatian darinya telah kamu dapatkan! Meskipun aku tahu kamu tak pantas untuknya! Kamu itu brengsek!!! Kamu mengerti?? Kamu brengsek! Aku tak tahu kenapa dia sampai suka dengan dirimu!! Kamu sungguh tak pantas! Tak pantas! Dan tak pantaaasss!.”

“Iya aku tahu” begitulah jawaban singkatku dari pertanyaan, hmmmmm lebih tepatnya celotehan dari sahabatku Rendi. Aku tak perdulikan apa katanya. Apa dia pikir aku itu seburuk itu... hmmmm hah dia terlalu berlebihan.... terserah apa yang harus kulakukan. Ini hidupku bukan hidupnya. Hahahahaha.... “dasar lelaki cerewet kau” batinku.

Kemarahan sahabatku itu karena aku berhasil mendapatkan hati Ratih, teman sepermainannya sejak kecil. Pertemuan kami memang tak disengaja. Waktu itu ketika aku menemui Rendi sahabatku dirumahnya, aku bertemu dengan Ratih yang saat itu ada dirumahnya. Lalu tanpa sadar dan selebihnya aku tak ingat, kami berdua saling mengenal.

Dan setiap aku kerumah rendi, dia pun sering datang untuk bercengkrama bersama dengan kami. Apalagi Ratih adalah tetangga dekatnya Rendi, jadi semakin memudahkan untuk saling bertemu. Lambat laun kami semakin dekat. aku tahu satu hal yang mungkin tidak disadari oleh Rendi, Ratih sering curi-curi pandang terhadapku. Awalnya aku merasa Ge,eR saja, tapi bila aku perhatikan. Ini sangat berbeda. Sepertinya dia menaruh hati padaku.

Aku memberanikan diri untuk mengajak Ratih bertemu secara pribadi. Wa wa waw dia menerima tawaranku. Aku pun mengajaknya untuk nonton bioskop. Sengaja aku ajak dia untuk nonton film yang tidak ramai dengan pengunjung. Jelas, tujuan ku hanya untuk bermesraan dengan dia digedung bioskop.

Didalam gedung bioskop, aku memegang tangannya, dia pun tak menolak, aku lebih berani lagi dengan merangkulnya diapun lagi-lagi tak menolak, dan aku lebih berani lagi dengan mencium bibir mungilnya.... “Plaaak plaaaak” sumpah baru kali ini aku ditampar cewek. Gila malu rasanya. Meski bioskop sepi penonton, rasanya malu diperhatikan segelintir penonton yang melihat tragedi ini. Ratih marah bukan main. Dia mengajak pulang.

Aku tak tau harus berbuat apa. dimobilku aku hanya mencoba untuk mengambil hatinya, aku ingin minta maaf padanya.
“Maafkan aka Ratih?”
“Maaf katamu? Aku kira kamu beda dengan laki-laki lain. Ternyata sama saja.”
“Sama saja bagaimana Ratih?”
“Sama-sama laki-laki bernafsu berat. Tak berperasaan. Dasar buaya!”
(jantungku rasanya berdetak lebih kencang, baru kali ini aku mendapatkan perlakuan dari cewek yang kukencani)
“Maaf Ratih! Maaf ya?”
“Aku tanya padamu? Apa tujuanmu melakukan itu padaku? Mencari kenikmatan?”
(rasanya lidahku ngilu, aku tak mampu berkata dengan jelas. Aku bingung harus berkata apa)
“Aku salah Ratih. Maafkan aku.”
“Sudah-sudah..... antarkan aku pulang saja!. Dan perlu kamu tahu? Kamu laki-laki pertama yang menciumku. Haaaaaaaaaahhhh.... tak kusangka kuberikan pada laki-laki yang bukan suamiku.”
(aku hanya diam, hanya mampu mengucapkan kata maaf padanya)
“Maaf ratih?”

Sesampaianya dirumah, aku langsung menuju kamarku, aku merebahkan tubuhku dikamar, sesekali aku membayangkan tragedi tadi di bioskop dengan Ratih. Hmmmm betapa malunya aku. Tapi dilain pihak aku kembali mengingat kalimat terakir dari Ratih tadi. Apa benar dia belum pernah pernah disentuh laki-laki lain bahkan sekedar berciuman? Hmmm diusianya yang sekitar duapuluh tahunan. “istimewa juga dia” batinku.

Keesokan harinya, aku datang kerumahnya dengan membawa boneka serta seikat kembang mawar. Semoga dia suka. Itu harapanku.

Sesampainya dirumahnya, dan setelah berhasil menemuinya. Bukan seperti yang aku harapkan. “Gila ini cewek” pikirku dengan sedikit jengkel. Betapa tidak dia menolak pemberianku. Hahhhh.... pikiran ingin marah, tapi hati mulai menganggapnya sesuatu yang istimewa. Sebuah intan yang mahal. Sayang bila terlewatkan.

Aku tak mau menyerah. Aku terus dan terus untuk berusaha mendapatkan intan itu. “Ratih, taukah kamu. Aku terpesona olehmu. Kamu satu-satunya intan yang membuka hatiku tentang cinta yang sesungguhnya” Aku hanya mampu memendam kata-kata itu didepan rumahnya.

Hanya ada satu cara untuk mendapatkan maaf darinya. Iya, menunjukan kalau aku cinta padanya. Aku datang kerumahnya sekali lagi. Meski dia tampak marah, aku bicara pada topik yang ingin aku ucapkan.
“Ratih, aku cinta padamu? Maaf kelancanganku waktu itu!.”
“Apa?”
“Aku cinta padamu? Sungguh aku terpesona olehmu”
(baru kali ini aku dibuat tak berkutik dihadapan cewek.... hahhhhh)
“Apa buktinya kamu cinta padaku?”
“Aku janji tidak akan menyentuhmu dan menjagamu sampai pada waktunya”
(aku tau Ratih sebenarnya suka padaku)

             lama kami beradu mulut... entah sudah berapa kata yang terucap, entah itu manis ataupun pedas semua melebur menjadi satu. tak sekadar kata yang telah menjadi satu... hati kami pun mulai menjadi satu, itu terlihat dari sikap Ratih yang mulai tak mampu menyembunyikan kekuatan cintanya padaku meski aku tahu dia juga kecewa padaku. Hingga pertengkaran yang dingin berubah menjadi hangat ketika aku mendengar jawaban yang merubah duniaku:
“Sebenarnya aku suka padamu mas. Kuharap mas memang bisa menjagaku”

Sejak saat itu, aku telah mendapatkan hatiku. Betapa bahagianya aku. Cinta yang indah. Sebuah intan yang mahal telah ku dapat.

Namaku Toni... kata orang aku ganteng. Apa benar begitu? Rasanya emang itu bukan sekedar pujian. Aku memang dikaruniai wajah yang rupawan.

Cewek adalah vitamin buatku. Aku suka gonta-ganti cewek.... suka-sukalah, hidup cuma sekali, dan bolehlah aku merasakan sorga duniawi. Inilah pikirku... pikir dangkal otakku.

Rasanya aku sudah lupa, sudah berapa cewek yang aku permainkan dan aku tiduri. Pikirku aku gak maksa, mereka yang mau dan menyerahkan diri mereka. Peduli amat dengan nasib mereka. Toh mereka juga merasakan kenikmatan. Hahahaha.... aku Toni... pencari sorga duniawi. Itulah yang prinsip hidupku sebelum aku mengenal sosok ratih didalam hidupku. Semua berubah, atau lebih tepatnya dia telah merubah hidupku.

Selama ini aku tak pernah merasakan gangguan dalam hidupku. kususnya kesehatanku. Tapi akhir-akhir ini aku merasa terlalu mudah lelah jika melakukan kegiatan. Aku tak tahu apa penyebabnya.

Aku memerikasakan ksehatanku pada dokter pribadiku. Aku terkejut dengan apa yang dikatakan dokter pribadiku
“Maaf mas Toni, ini mungkin berat buat mas Toni. Apakah mas Toni siap dengan apa yang akan saya katakan mengenai kesehatan mas Toni?”
“Iya dok. Katakan saja!”
“Mas Toni terjangkit virus HIV/AIDS”
“Apa dok? Dokter gak salah kan? Jangan bercanda anda?”
“Maaf mas Toni. Mas Toni harus tabah menerima kenyataan ini dan harus sering-sering mengontrol kesehatan mas Toni ke rumah sakit!”
***

Perkataan dokter itu mengingatkanku akan tragedi bersama Dewi tiga bulan yang lalu....

Rasanya aku sudah tak tahan akan rayuannya. Hmmm desahanya.... waw membuatku hilang arah. Dia memang mampu membuatku terbang tinggi.  Apalagi malam ini dia berjanji akan memuaskan aku. Dewi adalah wanita terseksi yang pernah kukenal. Tak salah bila namanya adalah Dewi. Benar-benar seperti Dewi dari kayangan. Seksi nan cantik. Memang Dewi bukan yang pertama buatku aku sudah sering melakukan dengan cewek-cewek lain. Tapi Dewi tetap paling istimewa dalam hal seks.

Malam ini aku datang ke apartermennya. Aku datang dengan penuh nafsu yang bergejolak didalam dada. Janntungku berdetak lebih kencang saat dia membuka pintu apartemennya dengan hanya memakai piama/ baju tidur yang tipis, yang membuat setiap lekuk tubuhnya terlihat dengan jelas. Tentu sangat indah pemandangan itu. Kami pun menghabiskan malam dengan kenikmatan.

Mengingat kembali apa yang kulakukan dengan Dewi membuatku sadar. “Apa mungkin Dewi??? Apa iya?” aku berfikir dan merenungi nasibku sendiri.

Memang Dewi sangat terkenal gonta-ganti teman kencan. Bukan hanya aku yang pernah tidur dengannya. Aku sudah tahu akan reputasinya.

“Ya Tuhan. Aku menyesal..... Ini memang ulahku. Aku kira sorga dunia itu adalah seks. Ternyata salah. Sorga dunia yang sesunggunya adalah ketika aku menemukan cewek yang begitu istimewa dan dicintainya dengan tulus dan dengan cara yang benar.”

Kini aku menjauh atau menghindar dari Ratih.... aku tak mau sampai Ratih tahu akan keadaanku... ini yang terbaik dari hubungan kami. Aku mencintainya. Karena itu aku rela pergi dari hidupnya.

“Penyesalanku adalah tidak bisa hidup denganmu untuk selamanya serta tidak bisa merasakan sorga yang sesungguhnya bersamamu.”

Wednesday, February 15, 2012

Bagaimana mendapat hati seorang wanita?

Seorang kawan bertanya padaku : "Aku sulit mendapatkan pacar, bagaimana caranya van biar mudah dapat pacar?"

Jujur, aku bukan orang yang sukses dalam urusan asmara. Tapi paling tidak aku punya cukup pengalaman. Aku jawab saja dengan mudah "kebiasaan", karena dengan kita terbiasa dalam segala hal dengan dia (yang disuka), dia pun akan terbiasa dengan kehadiran kita.

Tapi itu hanya jawaban sederhana saja. Yang lebih esensial yaitu : "Bagamana cara kita menunjukan kalau kita itu hadir dihidupnya dan hatinya tidak hanya sekadar menjadi teman, tapi kekasih hati baginya."

-Erato Dido Evandra-

Saturday, February 11, 2012

Apa itu menulis? (Bagiku)

Ketika aku menulis, yang ada dipikiranku hanyalah bagaimana membuat tulisan itu menarik untuk dibaca dan mampu menginspirasi bagi siapapun serta tidak membosankan dan bagiku menulis yang baik iu harus benar-benar dari hari serta tidak terbebani oleh aturan, karena tulisan kita adalah dunia kecil kita dan kita pencipta kecilnya.
------------------------------------------------------
What is writing? (For me)

As I write, that is in my mind is how to make the article interesting to read and can inspire anyone and not boring for me to write a good and u should really of the day and not burdened by the rules, because we are writing our small world and we are creators of the small.


-Erato Dido Evandra-