Kelam
oleh Erato Dido Evandra pada April 2010
oleh Erato Dido Evandra pada April 2010
Air mata yang tercurah hingga
membasahi lekung pipinya...
lukanya membuat tubuhnya
lemah, tk berdaya...
hati yang terkikis derita hidup,
hingga lambungnya tak terisi
sesuap nasipun...
menatap hari mendatangpun
terasa kelam baginya...
jalan yang dilaluinya terlalu terjal
untuk dilewatinnya...
matanya hanya melihat harapan semu...
hatinya hanya merasakan kepedihan...
dimanakah kita?...
kita, kau dan mereka...
saat mata kita masih bisa
melihat dunia...
saat harta kita cukup
memanjakan lidah kita...
saat jalan kita penuh dengan
harapan dan cita-cita...
saat kita sanggup
menggenggam dunia...
apakah dia yang tersebut, tak
mampu tersentuh kasih...
apakah dia yang tersebut, tak
mampu terselamatkan...
meskipun matanya tak mampu
melihat dunia...
teryakini dengan pasti hatinya
merindukan dunia bisa melihatnya...
dia yang tersebut, adalah dia
kawan sejati...
kawan sejati, apakah ada
untuk dia, bagi yang mampu
melihat dunia...
heningkan!...
.....................................
kupersembahkan untuk anak jalanan
kota kediri...

No comments:
Post a Comment