Kasih yang lalu
Oleh Erato Dido Evandra, Mei 2011
Jika hari ini, hari yang hangat untuk kita
Pastilah tanganku erat memegang tanganmu,
Menyentuh semangatmu, mengembalikan senyumu
Dan disampingmu disaat kamu lemah dan terjatuh
Aku ingin menemanimu disaat hari ini kau sakit
Hanya saja hari ini terasa dingin bagiku
Kau sudah tak seperti yang dahulu
Kau matikan rasa dihatimu
Hingga dingin dari tatapanmu saat memandangku
Hingga hampa dari ucapanmu saat menyapaku
Hingga kaku dari suasana saat saling berdekatan
Hingga hambar dari rasamu saat menyapa hatiku
Semuanya terasa berbeda, dari hari ini aku menjengukmu
Bila tiada hati dalam arti cinta pada hari ini
Masihkah kau bisa hadirkan kasih bagiku?
Meskipun itu sebatas sahabat ataupun saudara bagimu
Masihkah kau bisa menyapaku lebih akrab?
Meskipun luka sempat membayangi kita
Masihkah kau bisa memberikan senyum manis?
Meskipun perpisahan telah mengubah nuansa relasi kita
Masihkah itu bisa?
Aku rindu dan menginginkan :
Tidak dengan cara yang kaku saat bicara denganku
Tidak dengan cara acuh saat melihatku
tetapi
Selalu menghadirkan damai dan senyum saat kita bersama.
Memang kau kasih yang lalu
Tapi lamanya waktu mengenalmu
Membuatku masih ingin mengingatmu dan mendekatimu
Mungkin ini seperti tiada guna
Hanya menambah luka, tapi ini perlu.
Kau masih begitu terasa sampai hari ini
Perpisahan kita hanyalah perpisahan status
Aku ingin kebijaksanaan menyertai kita
Hingga masih ada kasih dalam hubungan kita
Bukan kebencian yang abadi
Meskipun bukan dengan status kekasih.
Aku ikut berbahagia bila ada hati yang mencintaimu
Aku ikut tersenyum bila ada kasih menyentuh hatimu
Aku ikut senang bila ada tawa disetiap harimu dan hidupmu
Karena kamu pantas dapatkan itu.
Berbahagialah!
Hanya itu yang bisa ku utarakan
Tuhan memberkatimu.

No comments:
Post a Comment