(HENDAKLAH MENCANTUMKAN NAMA ADMIN "ERATO DIDO EVANDRA" DALAM BLOG INI JIKA MENGUTIP!, KARENA KARYA-KARYA DALAM BLOG INI MEMILIKI HAK CIPTA)

Wednesday, October 19, 2011

Bukan pelangi sehabis hujan tapi air bah

Bukan pelangi sehabis hujan tapi air bah
oleh : Erato Dido Evandra, Agustus 2011

Menikam punggung yang tak pantas tersakiti
Dari sudut sempit dia tersenyum diantara luka yang diperbuatnya
Mengakibatkan derita yang menyakitkan
Bak terbunuh hanya tak mati
Sekarat, tangannya sekalipun tak menyambutnya
Tidak seperti janjinya dan oratornya
Haaaah dasar pelupa dan tak tahu diri

Lelah sudah suara terombang-ambing dilangit gedung wakil rakyat
Meneriakan keadilan dari dosa yang terpelihara
Suara hati yang menuntut kehidupan layak
Tapi wakil rakyat ternyata masih tuli

Lebih suka mengeksekusi tumpukan rupiah rakyat
Dari pada mengembalikan senyum sang rakyat  yang terluka

Ini sedikit rintihan dan tuntutan kami:
Jatuh, kami minta kau bangunkan kami
Lemah, kami minta kau kuatkan kami
Susah, kami minta bahagiakan kami
Miskin, kami minta jangan kau korupsi uang kami

Atas nama rakyat yang tertindas:
Jadilah wakil rakyat yang bijak nan terhormat.

No comments:

Post a Comment